Nota kepada diri

 

SETELAH tiap-tiap orang dibicarakan, Allah berfirman kepada kedua malaikat yang menjadi pembawa dan saksi itu):

“Humbankanlah oleh kamu berdua, ke dalam neraka Jahanam tiap-tiap orang yang tetap degil dalam kekufurannya. (Qaaf: 24) ”

——————–

Sesungguhnya ISLAM adalah Aqidah dan Ibadah, Tanahair dan Warganegaranya, Toleransi dan kekuatan, Akhlak dan kebendaan, Kebudayaan dan UNDANG-UNDANG, sesungguhnya seseorang itu dituntut mengambil berat terhadap ISLAM (iatu hal ehwal umatnya)”

——————–
(Orang Yang Paling Bodoh)Orang yang paling bodoh ialah apabila diceritakan sesuatu kepadanya maka dia lupa dan apabila dia bercakap maka dia gopoh dalam percakapannya dan apabila dia didorong melakukan keburukan maka dia terus melakukan keburukan tersebut – Saidina Ali R.A

——————–
(Orang yang Paling Tertipu dan Lemah). Orang yang paling tertipu ialah mereka yang selalu melanggar apa yang Allah benci, namun mereka selalu memohon kepada-Nya agar dikaruniai apa yang mereka sukai dan kehendaki. Orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya, namun tetap mengharapkan ampunan dan kebaikan dari Allah. (Imam Ibnu al-Jauzy)

———————
(Mengedepankan Akal). Dunia ini menjadi arena ujian dan cobaan, maka hendaklah akal dikedepankan. Barangsiapa yang menyerah pada hawa nafsunya, ia akan sangat mudah celaka. (Imam Ibnu al-Jauzy)
Barangsiapa yang akalnya lebih kuat daripada watak pribadinya dan bisa menguasainya, ia akan selamat. Sebaliknya, jika terkalahkan, celakalah ia. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————–
(Akibat Berbuat Maksiat). Maksiat ibarat makanan yang ditelan oleh orang yang lapar, namun ia tak pernah merasa kenyang, malah membuatnya semakin lapar. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————–
(Akibat Suka Berbohong)Hukuman paling pertama bagi orang yang berbohong dari kebohongannya adalah dia tetap dianggap bohong ketika ia bersikap jujur. (Imam Abdullah bin al-Mubarak)

——————–
(Akibat Terus-Menerus Berbuat Dosa). Dosa terburuk yang akan berujung pada siksaan maha berat ialah terus-menerus berbuat dosa. Sang pelaku kemudian berpura-pura istighfar, berpura-pura shalat, dan memperbanyak ibadah. Ia mengira bahwa kepura-puraan itu berguna bagi dirinya. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————–

(Baik Sangka Kepada Khaliq)Tatkala seorang hamba hanya baik kepada makhluk tetapi tidak baik kepada Sang Khaliq, akan terbaliklah keadaan dirinya. Yang memujanya akan mencelanya. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————–
(Berjuang Melawan Hawa Nafsu). Andai tiada medan perjuangan terhadap nafsu, niscaya takkan terealisasi pendakian para penempuh jalan menuju Allah. (Imam Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari)

——————-
(Kendala yang Dihadapi Orang yang Menuju Allah)Kendala pertama yang dihadapi oleh orang yang menuju Allah adalah kendala ilmu (Imam al-Ghazali)

——————–
(Mencintai Nabi Saw). Mungkin kau menganggap, dengan mengikuti sejarahnya (Nabi Saw.) dari kelahiran hingga wafatnya, berarti kau telah mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Saw., tetapi ini kesalahan besar. Kau tak akan pernah benar-benar memahami Sirah kecuali kau mempelajari kitab suci al-Quran dan Sunnah yang murni. Seberapa banyak yang kau pelajari dari sumber-sumber itu, akan menunjukkan seberapa dekat hubunganmu dengan Rasulullah Saw.. (Syaikh Muhammad al-Ghazali)

——————–
(Orang yang Menunjukkan Aib Kita). Semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada mereka yang menunjukkan kepada kita aib dan kekuarangan diri kita. (Umar bin Khaththab Ra.)

——————–
(Akibat Panjang Angan-Angan).Tidaklah seseorang memiliki panjang angan-angan, melainkan amalnya menjadi buruk. (Imam Hasan al-Bashri)

——————-
(Buah dari Mengendalikan Hawa Nafsu). Anda akan merasakan bahwa mengendalikan hawa nafsu memiliki kenikmatan-kenikmatan yang tiada terkira. Kenikmatan itu akan semakin terasa ketika nafsu semakin kuat dan keras ditekan. Orang yang bisa mengatasi gejolak hawa nafsunya pantaslah dimuliakan dan disebut pemenang. Sebaliknya, seseorang yang dikalahkan hawa nafsunya menjadi pecundang yang sangat hina. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————-
Hendaklah Anda ingat, tatkala Anda bisa menekan hawa nafsu, akan banyak hikmah dan keselamatan yang Anda peroleh dari kekuatan kesabaran dalam menghadapi gejolak nafsu. (Imam Ibnu al-Jauzy)
(Instrospeksi Diri)Kekurangan dan kelebihan seseorang akan tampak jika kita terus-menerus menginstropeksi diri. (Imam Ibnu al-Jauzy)

——————-
(Jangan Berputus Asa)Janganlah berputus asa karena ia bukan akhlak kaum muslimin. Hakikat hari ini adalah impian hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. Kesempatan masih luas dan unsur-unsur kebaikan masih kuat dan besar dalam jiwa kalian yang mukmin, meskipun tertutupi oleh berbagai fenomena kerusakan. Yang lemah tidak selamanya lemah, dan yang kuat tidak selamanya menjadi kuat. (Imam Hasan al-Banna)

———————
(Akibat Berbuat Maksiat)Rasanya ada orangtua yang tidak lagi dihormati di masa tuanya, hingga ia merasa begitu resah. Ia tidak tahu bahwa hal itu diakibatkan dosa-dosanya di masa muda. Jika Anda melihat suatu siksaan menimpa, ketahuilah bahwa itu diakibatkan oleh dosa-dosa. (Imam Ibnu al-Jauzy)

kisah

———————–

“Saya berurusan dengan kamu seperti berurusan dengan tunggul kayu!” desah serorang sahabiah; Ukti Fasohah Limani.

Rasa terkejut juga pada mula-mulanya. Tapi bila direnung jauh sedikit, Betullah luah rasa tersebut. Itupun mungkin setelah lama terpendam. Baru meletus… hahaha.

Teruk betul rupanya Public Communication aku ni rupanya. Hmmmmmmm. Betul juga. Maknanya bila ada orang baik hati ni tegur. Nasib ada orang tegur, kalau orang biarkan/ buat tak endah. sampai bila pun duk ditakuk tu la.

Hmm. kenala cepat-cepat berubah.  Perlahan -lahan kut… Sebab memang dah jadi cara hidup sejak sekian lama dahulu lagi mcam tu….

Satu lagi Nasihat keras yang aku terima ialah….. Semasa dalam sebuah laman perbincangan yahoogroup
Re: [gen_2] Antara Ramadhan, PSM, Tido

salamun’alaik.. pergh mmg mantap shabat2 gen2 ni. cerita yg dikisahkan itu adalah analogi yang paling berkesan skali utk motivate ahli2.. ana rase la. moga2 kita ni jadi ahli yang slalu husnulzhon dgn sahabat2 sebai’ah dgn kita.. setiap org ada masalah, dan bkn semua org itu adalah sama pndangan nye.. cume kita  kene hormati pendirian & pandangan shabat2 kita.. kita perlu berubah.. klu sblm ni, kita asyik menuding jari pada org lain, mengapa tidak kita menuding pada diri kita sendiri.. mengapa aku slalu tido? mengapa aku malas blajar? mengapa aku asyik mengadap internet? sepatutnya itulah yang berlaku.. tp konfiusnya, ia tidak berlaku.. ntah la, fikir2kan lah..
~tarbiyyah itu teras pada kumpulan jemaah~

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: